IFRAME SYNC

Yusup Kallah, agar tidak terpancing hitungan cepat harus mengacu pada KPU.


Jakarta, postbanten.net

Semaking berutal saja, pemilihan umum di Indonesia, siapa-pun yang di anggap mereka tak benar lalu diserang dan ada dugaan yang memberikan arahan.

Hal ini sifat orang indonesia dan budaya sudah hilang, dan sempat-sempatnya ngamuk di TPS dan ada yang curang.

Apa yang di katakan oleh mantan Wakil presoden RI ini mulai buka suara tentang pemilu tidak Jurdil lagi.

Yusup Kallah matan Wakil presiden RI mengatakan bahwa pemilu tahun 2024 ini sudah mulai tidak masuk akal, Jakarta, sabtu (17/02)

Jika mau target setidaknya jumlah suara sekitar 205 juta, jika suara bisa mengelembung manjadi 260 juta ini berarti sudah tidak masuk akal.

Sedang kan jumlah 205 juta kemungkinan hak memilih setidaknya sekitar 150 juta.

Bisa saja tak semua datang, bahkan datang di perkirakan 150 juta dan sisa biasanya tak hadir.

“Apa ia, 80 juta sudah memilih dengan pemenang? jika itu bisa mendapatkan 80 juta, baru masuk satu putaran”, katanya Yusup Kallah melalui Whatsapp dan tiktok.

Menurut Yusup Kalla, saya tak percaya, ini bisa saja merampok hak suara yang tidak hadir.

Sebenarnya yang menentukan itu hak suara yang sah itu adanya di KPU.

Menurut Toni, bahwa ada dugaan di balik ini ada penjeblosan yang merampok hak pemilih.

Masak, mobil dan berkas C-1 juga ikut terbakar.

“Mobil salah satu kader parpol dibakar orang tak dikenal,” katanya Tonidi shere ke whatsapp group.

Lanjutnya Toni, padahal di dalamnya ada banyak berkas penting termasuk Form C1.

“Bahaya-bahaya rakyat di adu domba”, tuturnya dengan kesal.

henry / postban

Berita Terkait

Top
.