IFRAME SYNC

Video heboh dimaksud ialah dimana diduga seorang supir yang di palak oleh laki-laki dengan mengendarai motor(roda dua) mengaku sebagai Ormas.


BOGOR| Postbanten.net

Lagi-Lagi Dunia maya di hebohkan oleh video yang menurut sebagian warga masyarakat tak lumrah, ini diduga ormas memaksa minta uang keamanan di Bogor, Jawa Barat. (18/5/2023).

Video heboh dimaksud ialah dimana diduga seorang supir yang di palak oleh laki-laki dengan mengendarai motor(roda dua) mengaku sebagai Ormas.

Yang di soal oleh nitizen dalam unggahan tersebut ialah,Pemuda di maksud saat melakukan aksi nya ditengah jalan itu terlihat dengan mengenakan seragam satu Ormas Kepemudaan di indonesia.

Cuitan sebagian besar warga +62 yang tidak suka menyaksikan adegan dalam video tersebut beragam, sontak mengarah pada sikap perbuatan yang sudah bukan lagi tak terpuji melainkan dianggap mencoreng citra Ormas itu sendiri.

Dengan motif loreng khas merah cenderung orens kombinasi hitam itu.

Banyak juga yang langsung tanp edeng aling lagi mengumpat,memaki di kolom komentar akun IG dengan seolah nada kesal.seperti di langsir laman @Infokomando.official pada baru-baru ini.

Infonya lokasi TKP di Jl.Raya Bantar Jaya(Bantar Kambing) Rajabungur Bogor Ja-Bar. Persiteruan kedua belah pihak sempat memanas,hingga sampai di lerai oleh seorang pemuda lsin berkaos hitam yang juga kebetulan berada di lokasi.

Pelaku oknum ormas tersebut dengan nada tinggi terkesan dengan memaksa meminta sejumlah uang dengan menyebut nominal rp10.000, bahkan parahnya lagi.

Pelaku mengamcam akan merusak mobil jikalau sang sopir tidak mau memberikan, sang sopir sambil melayani dengan irama santai dengan sambil merekam.

Rutinitas sehari hari sopir barang yang membawa gas LPG yang dimuat dari mana toko tempat nya bekerja selama ini dan yang rencana nya akan di drop off (antarkan-Red).

Ke pelanggan-nya sempat dihambat oknum ormas lantara lagi juga pelaku bilang kepada sang sopir untuk balik kanan(kembali balik-Red).hingga berita ini tayang sementara bum diketahui bagaimana kelanjutan-nya.

“Kami berharap pada aparat tangkap pelakunya, dan hal ini bisa merugikan negara dan masyarakat”, kata Samsudin, SH, MH aktivis.

Menurut Samsudin, Jika hal ini di biarkan akan menambah korban.

“Pemerintah Bogor dan bersama dinas terkait agar secepatnya mengambil tindakan, karena ini bisa merugikan masyarakat dan Pemda Bogor”, tuturnya Sam’un (45) warga setempat.

(Taer-postbant)

Berita Terkait

Top
.