IFRAME SYNC

PN Depok Gelar Sidang Lanjutan Kasus Lahan UIII vs Kp Bojong Malaka, Agenda Pemanggilan Saksi-saksi


Posbanten.net

Depok – Tak kenal lelah untuk kepentingan Masyarakat yang memang hak-hak nya belum terbayarkan memasuki Agenda Pemanggilan saksi-saksi dari Penggugat, akhir nya Pengadilan Negeri Kota Depok mengelar kembali sidang sengketa tanah antara Masyarakat Pemilik Tanah Hak Milik Adat Kampung Bojong-bojong Malaka, di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, atas nama Ibrahim Bin Jungkir sebagai pihak Penggugat melawan tujuh instansi pemerintah sebagai pihak pihak Tergugat, dalam Perkara Perdata tercatat di register No.259/Pdt.G/2021/PN Depok Selasa, 2 Agustus 2022.

Dalam Persidangan tersebut memasuki tahapan pembuktian para saksi-saksi. Pada keterangan Saksi terhadap tanah Kp. Bojong-bojong Malaka, pihak Penggugugat menghadirkan ibu Siti Asnah istri Abdul Rosyid salah satu saksi hidup yang merupakan istri dari almarhum juru tulis Desa Curug saat itu.

Saksi menerangkan, bahwa dulunya kampung Bojong-bojong Malaka adalah kampung warga yang memang ada penduduknya, bukan kebun karet.

“Saya dengan ini mengucap rasa syukur, karena Saya bangga dapat menolong orang-orang Kp.Bojong-bojong Malaka, yang teraniaya sudah berpuluh-puluh tahun para ahli waris yang memiliki tanah Kp.Bojong-bojong Malaka mereka miliki dan mendiami, secara turun-temurun ” Kata Siti Asnah, dalam kesaksiannya di persidangan, Rabu (3/8/2022).

Siti Asnah meminta kepada Hakim, agar keadilan harus ditegakkan untuk warga Kp. Bojong-bojong Malaka dan dalam hal ini pemerintah terutama Bapak Presiden Jokowi, dapat membantu warga tanah kampung Bojong-Bojong Malaka untuk mendapatkan hak atas tanahnya.

Sementara Sekjen LSM KRAMAT, Yoyo Efendi yang mendampingi para saksi dalam persidangan tersebut mengatakan data dan berkas Tanah Ahli Waris Korelasi saksi terhadap ibu Asnah ini dalam sidang pembuktian harus ada surat bukti yaitu kode P 17 berupa surat pernyataan tertulis di hadapan Notaris, yang memiliki kekuatan hukum secara otentik, di buat oleh Abdul Rosyid pada saat itu juru tulis Desa Curug.

Untuk membuktikan benar atau tidaknya bahwa Abdur Rosyid juru tulis Curug saat itu, pihak Yoyo pernah meminta surat keterangan Lurah Curug dan Stafnya tetapi sampai sidang pembuktian surat yang di minta kepada pihak kelurahan tidak diberikan.

Untuk itu pihak Yoyo efendi melaporkan ke Bareskrim atas melanggar undang-undang keterbukaan informasi publik. Selanjutnya pembuktian berikutnya melalui konfirmasi yang terdekat, yaitu istrinya Abdur Rasyid yang pernah melihat buku tua yang ternyata adalah Leter C.

“Dalam pembuktian di ceritakan oleh saksi Asnah , merupakan fakta bahwa buku tua tersebut adalah Letter C, di dalamnya berisi nama Ibrahim bin jungkir dan kawan-kawan serta masyarakat warga Bojong yang mendiami tanah tersebut,” ujar Yoyo.

Dikatakannya Dengan kesempurnaan serta fakta fakta dimiliki oleh warga kampung bojong-bojong Malaka, berupa berkas Leter C, dari awal sudah mengajukan Saksi Syafi’i dan shohib, telah menerangkan dalam persidangan kesaksian sebelumnya, adalah hal yang sama, bahwa Abdur Rosyid adalah juru tulis menyatakan bahwa surat leter C adalah tanah Bojong yang di miliki oleh warga kampung Bojong-bojong Malaka, di hadiri oleh istrinya yaitu Siti Asnah.

“Sebagai Ahli waris yang memiliki fakta yang falid ,dan tidak merekayasa dalam proses persidangan, kami berharap kepada Majlis Hakim pengadilan Negeri Depok, dapat bertindak dengan objektif serta dengan hati Nurani maka kami akan di nyatakan sebagai pemilik lahan tanah tersebut ,” tutur Yoyo Effendi.

Tuti/PosBanten.

Berita Terkait

Top
.