IFRAME SYNC

Waduh, seram ya ada sekeluarga terjun bebas dari lantai 21.


Jakarta, postbanten.net.

Ada kabar yang tidak enak, ada sekelompok keluarga bunuh diri, senin (11/03).

Kabar ini langsung dari Twitter, bahwa kejam hidup ini, sehingga satu keluarga lompat dari hotel yang berbintang, di Jakarta Utara.

Belum lama ini ada kejadian, “Kalian sudah tau ini belum gaes?”, katanya twitter Kegoblogan.Unfaedah@kegblgnunfaedh.

Serem banget sih mereka satu keluarga loncat dari atas apartemen secara bersamaan ke bawah.

Ada penjaga apartemen yang melihat mereka loncat, ngak kebayang si bapak pasti trauma sih ini.

Begini Kronologinya:

Kepala Kepolisian Sektor Penjaringan, Jakarta Utara, Komisaris Agus Ady Wijaya membeberkan kronologi empat orang yang diduga melompat dari lantai 21 salah satu apartemen.

Agus menuturkan momen-momen terakhir empat korban yang diduga masih satu keluarga ini terekam kamera pengawas.

Kamera CCTV merekam mulai dari para korban tiba di apartemen hingga naik ke rooftop.

Ia menjelaskan identitas keempat korban bunuh diri ini, yakni EA, 50 tahun; AEL, 52 tahun; JWA, usia belum diketahui; dan JL, 15 tahun.

Polisi menduga keempat orang ini masih satu keluarga melihat dari kemiripan wajah mereka.

Menurut Agus, sekitar pukul 16.02 WIB para korban mendatangi apartemen menggunakan mobil Grand Max warna silver bernomor polisi B 2972 PEQ.

“Dan masuk ke apartemen,” kata Agus kepada wartawan di depan aparteman, Sabtu malam, 9 Maret 2024.

Pada pukul 16.04 WIB, para korban masuk dalam lift.

Dalam tangga itu, terekam EA mulai mencium kening AEL, JWA, dan JL.

“Setelah mencium keningnya pihak AWL termonitor mengumpulkan ponsel-ponsel di tasnya. Lalu naik ke atas,” kata dia.

Berikutnya pada pukul 16.05 keempat korban bunuh diri ini tampak keluar dari lift tangga 21.

Kemudian mereka melintas melewati tangga darurat, dan naik ke anjungan apartemen.

“Kemudian pada pukul 16.21 WIB para korban jatuh bersamaan di depan mobil,” ucap Agus.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh saksi berinisial DF.

Menurut Agus, DF sedang berjaga di depan pintu masuk aparteman yang terletak di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara itu.

Saat DF bertugas di depan lobi, dia mendengar benturan keras di depan bangunan itu.

“Pada saat menoleh, ternyata ada empat mayat langsung tergeletak di depan lobi,” kata Agus.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Besar Gidion Arif Setyawan membenarkan empat orang diduga bunuh diri dengan cara melompat dari aparteman.

Salah satu penghuni apartemen, Arif, mengaku kenal dengan keluarga ini.

Mereka adalah pasangan suami istri dengan dua anak.

“Terakhir mereka meninggalkan tempat ini setahun lalu,” tutur Arif kepada Tempo, sembari melihat tempat keempat orang itu tewas”, katanya Kegoblogan.Unfaedah@kegblgnunfaedh.

Menurut Rahma (45) kasus ini minta pada pihak polisi agar usut tuntas kejadiannya ini.

“Takutnya ada kemungkinan yang membentuk teror kepada suami istri ini sehingga mereka nekat bunuh diri”, katanya Rahma.

henry / postban

Berita Terkait

Top
.