IFRAME SYNC

Alasan Dinas Pendidikan Kota Tangerang, bahwa bidang Study PAI tidak ada kauta di Mendiknas Jakarta.


Tangerang, postbanten.

Ada sekelompok Guru Agama Islam (GAI) di tingkat sekolah SDN, SMP dan SMA di Dinas Pendidikan Kota Tangerang, tidak di angkat sebagai PPPK, minggu (24/09).

Alasan Dinas Pendidikan Kota Tangerang, bahwa bidang Study PAI tidak ada kauta di Mendiknas Jakarta.

“Dikemanakan nasib kami, guru GAI ini, kami juga salah satu mendidik anak bangsa”, ujarnya Adek Ketua guru PAI yang tidak angkat.

Menurut Informasi dari Sekdis pendidikan Kota Tangerang akan memfasilitasi guru THL PAI, untuk audiensi ke Menpan RB, terkait formasi p3k guru agama islam

Perjuangan guru agama Islam (PAI) Kota Tangerang yang merasa di anak tirikan oleh pemerintah Kota Tangerang maupun Dinas pendidikan Kota Tangerang Akirnya mendapat tanggapan yang memuaskan.

Setelah pertemuan menjalin persaudaraan senasib guru PAI THL di Masjid Al Azom yang membicarakan masalah kuota P3K tahun 2023 bagi guru PAI merasa di anak tirikan. Kami ada tetapi di anggap tidak ada.

Kami di butuhkan tetapi tidak pernah diperhatikan ujar salah satu guru PAI dari Kecamatan Jati uwung.

Saya ngajar menjadi guru agama di Kota Tangerang sudah 25 tahun, tetapi nasib kami guru PAI nasibnya tidak sebagus guru Kelas.

Adek adek kami yang baru ngajar hitungan tahun, bulan Sudah menyandang SK PPPK, gaji bulanan, gaji 13, THR, dan tunjangan lainya.

Setiap tahun kami hanya menjadi penonton ketika teman teman menerima gaji 13, THR maupun tunjangn yang lainya.

Yang membuat hati kami teroris ketika menghadapi hari raya teman teman dapat gaji bulanan plus gaji 13 plus THR dan tunjangan lainya kami hanya menerima gaji bulanan.

Harapan Saya bersama rekan rekan mulai hari ini kita berjuang minimal Pemda Kota Tangerang dan Dinas pendidikan mau memperjuangkan nasib kami.

HHEBOH Kepala sekolah meradang mendengar gurunya ikut pertemuan Guru PAI di Masjid Al Azom. Bahkan ada kepala sekolah satu Kecamatan melarang guru PAI ikut pertemuan silahturahmi di masjid Al Azom.

Selain melarang gurunya ada kepala sekolah yang memarahi gurunya ketika pulang ikut silahturahmi guru PAI di Al Azom.

Walaupun guru tersebut sudah meminta maaf dan di jelaskan hanya silahturahmi memperjuangkan nasib yang tak kunjung di buka kuota dari Dinas pendidikan.

Sehari setelah pertemuan Kepala Dinas kebakaran jenggot, pejabat dinas pada ketakutan bang ujar ya kepada Matapost.com, Takut di pecat sama walikota.

Padahal pak wali jabatanya tinggal 2 hari lagi ujar guru ketika di temua Matapost setelah ikut pertemuan oleh Kepala Dinas Sekdis dan Kabit.

Pertemuan hari ini awalnya kami terpojokan. Tetapi setelah kami beri alasan kena apa kami ini ada tetapi di anggap tidak ada.

Setiap hari kami mengajar dan tidak ada keluh kesah. Harapan kami hanya satu,” perjuangkan lah hak kami supaya sejajar dengan guru yang lain.

Paling tidak kami bisa menjadi guru P3K. Guru agama Islam rata rata sudah berumur dan jam kerjana sudah ada yang 30 tahun lebih.

Tadi dalam pertemuan pak Sekdis dan pak Kabit mengatakan kalau Beliau sudah mengirimkan formasi guru PAI 75 orang.

Tetapi tidak ada jawaban. Setelah proposal yang di kirim balik hanya kertas kosong. Artinya kuota guru PAI Kota Tangerang tertutup.

Saya sudah berusaha dari tahun 2021 kuota saya terblokir dan tidak bisa di buka. Masalahnya siapa yang blokir kuota P3K Kota Tangerang. Salah satu guru PAI Neglasari mengatakan.

Ketika penerimaan CPNS kuota saya juga sudah terblokir. Data lamaran di tolak.

Entah siapa yang blokir ujarnya, iya saya ngajar di SD dari tahun dua ribuan sampai saat ini masih THL.

Semoga pemerintah Kota Tangerang dan Dinas pendidikan bisa memperjuangkan nasib kami ini ujarnya sambil berharap.

hasil dari pertemuan tadi bersama pak kadis, pak kadis sudah menerima dan akan memfasilitasi guru THL PAI,

untuk audiensi ke MenpanRB, dgn membawa dokumen bukti2 pengajuan pemkot dari tahun 2021-2023 terkait formasi PPPK guru PAI didampingi pak Totong selaku Sekdis bersama pak Iwak selaku Kabid GTK.

Play / postb

Berita Terkait

Top
.