IFRAME SYNC

Pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan terhambat di Kampung Mulyasari Bogor


Bogor kab, postbanten.net

Menurut Ubay salah satu masyarakat yang di segani di Kp. Mulyasari Kab. Bogor, Jawa Barat, cerita masyarakat mengatakan, Kampung Mulyasari adalah salah satu dari dua kampung terpencil yang berada di Kawasan perbukitan yang cukup tinggi atau dibalik gunung pancaniti, yang diapit oleh beberapa Kawasan gunung dan hutan, jumat (11/03).

Berdirinya kampung Mulyasari di latar belakangi peristiwa longsor di Gunung Sanggar, sehingga warga Gunung Sanggar berpindah ke Gunung Pancaniti yang dinamakan sebagai kampung Mulyasari.

Ubay menyebutkan, di kampung Mulyasari memiliki adat istiadat yang harus selalu di pegang teguh oleh warganya yaitu ; 1. Apabila azan sedang berukumandang, semua kegiatan harus dihentikan sejenak, 2. Jaga lingkungan alam sekitar, terutama hewan dan tumbuhan,

3. Jaga persatuan umat beragama, serta hormati perbedaan, 4. Jaga sikap, hati, dan niat, 5. Hormati guru dan orang tua. Secara administratif, kampung Mulyasari ini masuk dalam wilayah Desa Sukamulya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Di kampung Mulyasari terdapat 74 kepala keluarga yang sudah terdaftar di administrasi kependudukan, tetapi masih banyak warga yang belum menyelesaikan administrasi kependudukannya, seperti Akta Kelahiran, Kartu Induk Anak (KIA), Buku Nikah dan Kartu Keluarga (KK).

Beliau juga berharap, tidak hanya administrasi kependudukan saja yang tidak dimiliki oleh warga Mulyasari warga setempat juga belum mempunyai sertifikat hak milik tanah, yang dimana tanah yang warga gunakan masih dalam status kepemilikan perhutani.

“Karena tidak ada status sertifikat tanah di kampung Mulyasari ini menyebabkan pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan terhambat, dibuktikan dengan tidak adanya fasilitas sekolah seperti SD pada umumnya serta tidak mempunyai fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu”, katanya Ubay.

Tetapi di kampung Mulyasari mempunyai SD kelas jauh Mulyasari dan dukun beranak untuk membantu proses persalinan warga setempat.

Sebagian besar mata pencaharian warga kampung Mulyasari bersandar kepada sector pertanian. Menurut abah ubay pertaniaan ini sudah di geluti sejak beberapa tahun yang lalu, seperti padi, sayur mayur, buah dan salah satu yang dikembangkan atau dimiliki potensi besar adalah pertanian kopi.

Kata Ubay, namun, keterbatasan dalam pengelolaan karena tidak adanya alat roasting kopi sendiri menjadi keterbatasan yang dirasakan petani kopi dalam mengembangkan produksi kopi tersebut hingga sekarang.

“Keterbatasan lainnya yang dirasakan oleh petani ialah fasilitas jalan yang masih dalam kondisi kurang baik, ini menyebabkan biaya transportasi lebih mahal dari biasanya sehingga harga jual lebih murah dikarenakan susahnya akses jalan menuju kampung mulyasari”, katanya Ubay.

Masih banyak asset sumber daya alam yang dimiliki oleh kampung mulyasari seperti pariwisata curug golek dan bumi perkemahan gunung Palasari.

Kelompok KKN Social Youth mengabdi kepada masyarakat dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai dengan permasalahan yang di hadapi oleh masyarakat kampung Mulyasari.

Ada beberapa program yang dilaksanakan oleh kelompok KKN Social Youth seperti membantu tenaga pendidik di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah, TPA Baitul Iqro dan SD Kelas Jauh Mulyasari.

“Adapun di bidang ekonomi Kelompok KKN Social Youth mengedukasi para petani, santri, dan para pemuda yang ada, dengan edukasi ini harapannya bisa membantu masyarakat dalam mengelola usaha yang ada, terutama di bidang pemasaran, tidak hanya itu mahasiswa sebagai agen of social juga menjebatani keluhan-keluhan masyarakat kepada pemerintah desa setempat”, katanya ujar ubay

ade gunawan/postb

Berita Terkait

Top
.