IFRAME SYNC

Bangunan liar di Desa dan sepanjang kali dan jalan telah di tertibkan sesuai perda


Tangerang Kab, postbanten

Kades Suryabahari Kulyubi, Bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol) PP Kec. Pakuhaji dan Satpol.PP Kab. Tangerang menertibkan Bangunan Liar si Sepanjang Kali dan semtepatm Kec. Pakuhaji Kab. Tangerang, Banten. Bangunan liar di Desa dan sepanjang kali dan jalan telah di tertibkan sesuai perda, minggu (09/01)

Dalam kegiatan hari ini berlanjut pada penertiban bangli (bangunan liar) oleh pemdes (pemerintah desa) setempat gabungan dalam hal ini ialah dinas terkait kecamatan (satpol pp) sebagai esekutor lapangan, binmas dan perwakilan koramil (PPM) beserta elemen masyarakat.

Adapun bangunan liar yang di maksud ialah berupa material bangunan tambahan yang di buat warga setempat seperti kanopi yang biasa terlihat terbuat dari rangkaian asbes dan seng dengan tiang-tiang penyangga dari bambu apa adanya.

Bukan tidak mungkin,karena ini jua lah yang selama ini dituding menjadi menyumbang permasalahan disekitaran area dermaga di mana bersandar nya dan aktifitas para perahu nelayan pencari ikan laut sandar.

Material bangunan yang menjorok hingga keluar batas bangunan diantara genteng-genteng warga sekitar yang selama ini menjadi penghuni bibir sungai diantara dua desa suryabahari dengan desa sukawali.

Warga mengeluhkan dengan kian marak nya bangunan yang melebihi, khusus nya para nelayan, tak pelak membuat semakin kumuh,berantakan dan juga menjadi masalah ketika kapal-kapal tradisionil pengkap ikan nelayan hendak bersandar di sepanjang bibir canal sungai yang seharus nya steril, tidak semrawut demi memudahkan-nya mobilitas dan bongkar-muat aktifitas perahu nelayan.

Bangunan rumah-rumah sepanjang aliran sungai yang selama ini menduduki area bantaran bibir sungai tersebut kanopi nya menjorok hingga keluar bangunan muka rumah bukan cuma ketentuan perda akan tetapi tak sedap dipandang mata seperti yang di katakan salah seorang warga sebut saja udin dan wasmin

“iya, kurang sadar nya beberapa warga yang bikin rumah sampai kelewat batas sampai keluar ken tepian bibir kali jadi klu dilihat bukan cuman rungseb, kumuh tapi masalah juga kapal perahu nelayan yang pada parkir mao bongkar muat juga” ujar nya sa’at sempat diwawancara singkat oleh wartawan di lokasi penertiban.

Bapak Kades kulyubi pun mengatakan pada awak media pada waktu dan lokasi yang bersama’an ” ya! Kegiatan hari ini kami pemdes berserta jajaran yang juga di dlbantu dinas dari satpol pp dan senap elemen masyarat,

Berupaya melakukan penertiban pada bangunan rumah-rumah yang terlihat menghambat aktifitas perahu nelayan sehari-hari dan dipandang mata kumuh perlu di sikapi dan warga pun di beri pengertian,dan sudah diadakan sosialisasi sebelumnya setelah ada kemufakatan baru kami lakukan,dengan membongkar seperti yang anda lihat sekarang ini.

Di menit berikut dan masih lokasi yang sama, awak media www.postbanten.news.com pun langsung mewancara singkat terhadap bapak jamaludin selaku KASI SATPOL PP kecamatan pakuhaji, kabupaten tangerang-provinsi banten

” betul, kami berserta jajaran setelah berko’ordinasi dengan pemdes setempat dan setelah mendapat hasil daripada musyawarah warga yang menjadi penduduk bibir kali, baru lah kami melakukan tugas dengan mensterilkan dari bangunan rumah yang dianggap menyalahi dan perlu di tertibkan,

Dan kami pun sudah menghimbau pada warga tersebut agar dengan kesadaran-nya membongkar sendiri bangunan material yang menjulur hingga keluar seperti kanopi dari asbes dan lain-lain, memang tidak dipungkiri hingga memasuki hari

“H” yang telah ditentukan bersama ternyata masih ada beberapa rumah warga yang di dapati belum juga di bongkar, dengan begitu kami dinas satpol pp yang langsung membantu membongkar dengan alat apa adanya… ini pun demi kepentingan bersama ” demikian kira-kira ungkap nya.

(Taerudin.s/postb)

Berita Terkait

Top
.