IFRAME SYNC

Setelah gantung sepatu pada 2013 silam, Ma’Ruf menjadi pelatih SSB dan berinvestasi pada sebuah usaha di Bali.


Jakarta, postbanten.net

Memang tidak semua orang sukses menjadin kaya, begitu jaga sebaliknya orang kaya belum tentu sukses, kini semua rezeki tugan yang ngatur. Jakarta (16/04)

Seperti pemain sepak bola Anang Ma’rup sukses ia pada tahun 1995-2000, kini sukses itu sudah terpedam dan di kubur, kini tinggal cerita, untuk amak-anak dan cucunya.

Anang Ma’rup kini bekerja sebagai oekerja serabutan, bahkan ia sempat terlibat kriminalitas dan di tangkap oleh polisi

“Seseorang adalah rahasia langit yang tidak pernah bisa ditebak. Ada orang yang dulunya sukses, tetapi kini tidaklah demikian”, katanya Jujun Ardin (45). salah satu orang kampunnya, surabaya

Kata Jujun Ardin (45). salah satu orang kampunnya, surabaya, berbagai perubahan pun kerap terjadi kehidupan seseorang Daftar ini akan dimulai dengan legenda sepak bola Indnesia, Anang Mar’Ruf. Ma’Ruf mendapatkan segalannya saat masih aktif bermain.

Dia pernah membela klub-klub besar Indonesia, seperti Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya. Dia pun menjadi langganan Timnas Indonesia pada era 1995-2000. dikutip okezone

“Setelah gantung sepatu pada 2013 silam, Ma’Ruf menjadi pelatih SSB dan berinvestasi pada sebuah usaha di Bali. Sayang investasi itu berujung kegagalan karena tabungan selama bermain sepakbola pun ludes”, katanya.

Menurut Warman (45) temannya Ma’rup, akhirnya, Ma’Ruf memilih untuk berkarier sebagai ojek online pada 2015. Itu dilakukannya sambil menjadi pelatih SSB seperti sebelumnya.

Namun, kabar terakhir menyebutkan ia mendapat perhatian Pemerintah kota Surabaya untuk menjadi staf di bidang olahraga dan prestasi Dispora Surabaya.

“Ia bertugas mengawasi aset olahraga Pemkot Surabaya, termasuk Stadion Gelora 10 November yang dulu sangat akrab dengannya ketika menjadi pemain Persebaya”, unjarnya.

Menurut Fachri Firmansyah sempat membela lambang garuda di dada. Akan tetapi, cedera membuatnya harus mengubur mimpi untuk menjadi pesepak bola.

Lutut Fachri mengalami cedera ligamen saat membela Timnas Indonesia di Piala Cotif Spanyol pada 2014 silam.

“Setelah dua tahun menjalani operasi, Fachri kembali ke kampung halamannya di Surabaya. Demi memenuhi kebutuhan hidup,” ujaranya

Fachri terpaksa bekerja menjadi security di sebuah perusahaan swasta. Bahkan, ia pernah dikabarkan menjadi kuli panggul di pasar.

Doni/henry/postb

Berita Terkait

Top
.