IFRAME SYNC

Sejak isu menerpa Kantor Kejagung di Jakarta, tiba-tiba ada yang mengikuti Jampiksus.


Jakarta, postbanten.net

Dugaan Kejagung beberapa hari ini diusukan ada seseorang mengitai, itu berita sebatas dugaan di Halaman Gedung Kejagung RI di Jakarta, belum lama ini.

Gedung Kejagung sempat di landa isu tak sedap, bahwa anggota seragam hitam-hitam mengikuti Jampiksus.

Beberapa hari lalu, Febrie Ardiansyah Jaksa Agung Muda, Jampidsus ada yang membututi, diduga ada yang di hitai.

Sejak isu menerpa Kantor Kejagung di Jakarta, tiba-tiba ada yang mengikuti Jampiksus.

Semejak menetapkan kasus pencucian uang PT. Timah Tbk yang di nyatakan tersangkah oleh Kejaksaan Agung, pihak berwas-was.

Yang jelas pihak Jampiksus kejagung Febrie tak gentar, siapa dia yang mengikuti beliau.

Tetapi ia tetap pakai dugaan tak bersalah, mawas diri boleh saja.

“Kami tetap perpegang pada dugaan, siapa itu dia”, tuturnya Febrie Ardiansyah.

Apalagi kasus PT. Timah Tbk itu juga ada beberapa Oknum petinggi Polri dan TNI yang tertangkap, kini ia terus melakukan pengeledahan pada pihak Direkturnya.

Menurut informasi, bahwa pernyataan itu langsung membuat awak media bergegas dari koridor Gedung Kartika Kejakssaan Agung menuju lapangan di depannya.

Selepas Ashar hingga menjelang Magrib, pejabat Pidsus Kejaksaan Agung masih sempat meladeni beberapa awak media terkait perkembangan kasus-kasus.

Saat itu pimpinan tertingginya, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Febrie Adriansyah menjawab sejumlah pertanyaan didampingi Direktur Penyidikan hingga Kasubdit Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Senda gurau masih disisipkan di sela tanya-jawab, sehingga membuat suasana hangat.

Sesekali mereka tertawa, dan tertawanya terlihat tidak asik.

Rileks, sama sekali tidak tegang, ia berharap pengitaian itu akan terbukti.

Sebagian petugas pengamanan tampak bergerak ke arah lapangan di depan Gedung Kartika.

Mereka kompak berujar bahwa ada drone yang baru saja melintas.

Namun belum sempat diketahui identitas drone tersebut, sebab hanya beberapa detik.

Setelahnya, tim penembak drone disiagakan, dikutip tribunnews.com.

Dari pinggir lapangan dekat parkiran Gedung Utama, sekira empat orang berbaju hitam tampak bersiaga, lengkap dengan alat penembak drone.

( henry / postban )

Berita Terkait

Top
.