IFRAME SYNC

Cuaca extrim, Intensitas hujan turun terus membuat sejumlah daerah dilanda banjir


Kabupaten Lebak. Postbanten

CITOREK-(20/12/2021) intensitas hujan yang turun terus menerus membuat sejumlah daerah dilanda banjir, tak terkecuali di ke 5 (lima) desa di kampung guradog tengah, desa citorek timur, yang termasuk dalam lingkup kecamatan cibeber, kabupaten lebak,provinsi banten

Hujan yang turun hampir setiap harinya, membuat pemukiman penduduk adat bagian dari kasepuhan wewengkon citorek ini pun turut mengalami kebanjiran,

Pasalnya air sungai citotek meluap-luap dan ketika banjir arus kali tersebut cukup deras, sungai citorek yang aliran nya melalui ke 5 (lima) desa seperti desa citorek timur, citorek tengah, citorek kidul dan citorek barat serta desa citorek sabrang,arus sungai citorek yang meluap hingga memasuki beberapa bangunan rumah warga yang tinggal berada di dekat-dekat bibir sepanjang sungai juga membuat warga mengeluhkan-nya, kenapa..?

Warga di sekitar 1000 rukun tetangga (rt) dan lebih dari 700 rukun warga (rw) tersebut mengalami kerugian yang tentu bukan sedikit, lantaran ikan-ikan pelihara’an mereka turut hanyut terbawa arus sungai banjir nan meluap-luap,

Sungai citorek yang akrab dengan masyarakat nya berubah menjadi menyeramkan, hingga membuat orang-orang yang mengalami nya bersedih, sungai yang selama ini menjadi bagian sumber penghidupan dari beberapa warga citorek, mampu melenyapkan ikan yang  selama ini menjadi penghuni,mengisi keramba atau biasa warga setempat menyebutnya dengan sebutan “berok” salah seorang warga bernama haji yahya, yang turut membudi daya ikan dengan memanfa’atkan alam ini, mengatakan ” iyaa… klu pas datang hujan air sungai citorek debit airnya tinggi,hingga meluap keatas bibir sungai yang akhir nya membuat hanyut ikan-ikan yang kami pelihara didalam keramba selama ini, ada sekitar 300 berok ada yang mati karena tertimbun lumpur dari gunung parengrang, yang terbawa arus bandang dari sungai citorek menuju sungai cibadur” begitu imbuh nya

Jaro edih, ahmadi, dan duljaya mereka ini juga para pemilik keramba (berok) ikan yang terendam disungai citorek mengaku pada awak media saat di konfirmasi di lokasi ” klu ada berok dalam sepanjang aliran sungai ada sekitar 300/buah kerangka yang terbuat dari ayaman bilahan bambu ini, berarti ada 300 pemilik berok, tapi memang tidak semua berok terkena hanyut” tambahnya lagi.

Dilain waktu dan tempat wartawan mencoba menemui salah seorang kepala desa diantara ke 5 (lima) desa tersebut untuk memastikan apa yang tengah terjadi dan dialami warganya, namun kali ini belum beruntung karena beliau sedang tidak ditempat.

(Taerudin S/red postbsnt)

Berita Terkait

Top
.