IFRAME SYNC

Waduuuh, gila benar 2 orang ini membunuh temannya belum tahu sampai sekarang motifnya apa.


Selaman, postbanten.net

Ini masia bukan ya, sehingga temannya sampai di mutilasi kepala, tangan dan kakinya di rebut, untuk menghilangkan jejak, sabtu (22/07)

Waduuuh, gila benar 2 orang ini membunuh temannya belum tahu sampai sekarang motifnya apa.

Sampai-sampai korban menghilang di bunuh dan potong-potong seperti cencang sop sapi.

Pihak korban minta pada polisi agar pelaku yang bunuh korban agar di minta seumur hidup.

“Kami minta pada polisi agar kedua palaku di hukum sebarat-beratnya”, katanya Handi (45) masih keluarganya di di bentul.

Sampai hatinya pelaku membunuh korban dengan leher di potong, kaki, tangan dan badannya di rebus sampai tidak bauk.

Untuk menghilangkan jejak palaku rebus tangan dan kakinya.

Ini manusia apa binatang, ya. tegahnya manusia membuat mutilasi temannya.

“Teka-teki dan misteri mutilasi mahasiswa UMY yang dilakukan Waliyin dan RD masih belum sepenuhnya terungkap”, ujarnya Radio sahabatnya korban.

Meskipun polisi saat ini sudah menangkap warga keduanya yang mencoba melarikan diri dan bersembunyi di Bogor, Jawa Barat.

Diketahui, Waliyin merupakan warga Magelang berusia 29 tahun dan RD adalah warga DKI Jakarta berusia 38 tahun itu.

Kasus ini sendiri ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY.

Satu per satu fakta sudah didapatkan polisi.

Baik berdasarkan keterangan dan pengakuan kedua pelaku, maupun dari berbagai barang bukti yang sudah diamankan.

Pemicu aksi keji mutilasi hingga si korban direbus itu pun terungkap.

Sebelumnya, mahasiswa UMY itu dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Kasihan, Bantul.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mendapat informasi bahwa Redho terakhir kali terlihat pada Selasa, (11/7) dini hari.

Sejak saat itu, Redho sama sekali tidak pernah kembali ke tempat kos-nya.

Sementara, penemuan sebagian potongan tubuh korban mutilasi itu terjadi sehari setelahnya.

Karena sama-sama menjadi anggota komunitas tersebut, Redho, Waliyin dan RD akhirnya kerap berinteraksi.

Interaksi yang cukup sering dan intens itu pula yang kemudian mengawali ketiganya saling berkenalan.

Endriadi menerangkan, perkenalan antara Redho, Waliyin dan RD terjadi sekitar 3 bulan sebelumnya.

Sejak saat itu, korban dan kedua pelaku semakin intens berkomunikasi satu sama lainnya.

Dari komunikasi itens dan perkenalan itu, ketiganya lantas sepakat untuk melakukan pertemuan alias kopi darat, dikutip jawapos.com.

Hal itu dimulai oleh Waliyin yang mengundang RD datang ke Jogja.

Undangan itu lantas disanggupi RD. Tujuan dari undangan Waliyin ke Jogjakarta itu tidak lain adalah juga untuk bertemu dengan Redho.

Setibanya di Jogja, RD langsung dijemput oleh Waliyin. RD kemudian diajak menginap di tempat kos di Dusun Krapyak, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman.

dono /asd / deni / postbant

Berita Terkait

Top
.