IFRAME SYNC

Tak hanya itu, massa juga meminta agar sejumlah oknum pejabat pertanahan yang terlibat dipecat.


Jakarta, postbanten.net

Dalam aksinya itu, massa yang mengatasnamakan kelompoknya sebagai Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (Gertak) mendesak Kementerian ATR/BPN untuk segera mengusut tuntas kasus mafia tanah di Jakarta Timur.

Tak hanya itu, massa juga meminta agar sejumlah oknum pejabat pertanahan yang terlibat dipecat. Sabtu, (11/03)

” Kami berharap begitu juga pada Aparat hukum agar Kepala BPN/ATR agar di tangkap, karena sudah tidak wajar”, katanya Waliam.

Menurut Waliam, penjabat kelas BPN/ATR istrinya berpoya-poya dengan hasil, diduga korupsi itu harus tangkap.

Menurut sahut akun @otherhalfmiamor Harusnya kpk polri kejaksaan sudah mulai intip-intip akun medsos para pejabat dan keluarganya semenjak ramainya org bermedsos.

Apalagi yang pamer2,” sahut akun @otherhalfmiamor

“Haduhhaduh kena lagi kan,” cuit akun @ewjel

Sebagai informasi, pada Juli 2022 lalu, sejumlah massa sempat menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan.

Nah salah satu nama yang disebut-sebut demonstran adalah Sudarman Harja Saputra.

Tidak beda permainan tanah di Tangerang begitu banyaknya mafia di BPN Tangerang.

Apa lagi BPN Kabupaten Tangerang saat ini lagi panen kasus PAP II Bandara Sutta dan pembangunan Tangerang Utara.

Banyak kasus pengembang Utara masuk ke pengadilan Negeri Tangerang.

Contoh Jimy Lie pemilik tanah 7 hektar di incar oemgbanh di kriminilalisasi masuk penjara di tuntut jaksa 4 tahun vonis hakim bebas.

Anton Wijaya Salim memiliki tanah 7 hektar pemilik PT padi padi tanahnya di incar oengvang Pantura di kriminalisasi di tuntut jaksa hanya 5 bulan. Nenek Neo pemilik tanah warisan almarhum suaminya 11 hektar juga di vonis bebas.

Yang masih berperkara Joko Sukamto pemilik 3 sertipikat asli produksi BPN masih dalam sidang.

Arfaiz / postba

Berita Terkait

Top
.