IFRAME SYNC

Pungutan Liar akhirnya, hampir jabatan Kapolres di copot oleh Biang Polisi Jendral Pol. Listyo Probowo


Bogor, postbanten.net

Awalnya mendengar ungkapan ibu-ibu di pasar Bogor, Jawa barat Kapolri sempat gregetan dan merah muka Kapolri setelah di panggil oleh Presiden RI Joko Widodo pada siang itu.

Pihak Presiden menintruksikan pada kapolri untuk melakukan pengecekan, bahwa adakah kriminilasasi terhadap orang miskin. Hukum harus sama, tidak ada kaya tidak minskin tetapkan sama di mata hukum. minggu (24/04)

“Kami perintahkan kapolri agar secepatnya di tangani kasus pungutan liat di pasat Baodor, jika anggota polisi salah tangkap, copot dari jabatannya, jika preman itu yang melawan hukum tangkap masukin ke penjarah”, katanya Joko Widodo di depan pedagang pasar, 3 hari yang lalu.

“siap pak, siap pak, akan kami perintahkan anggota kami dalam kasus ini, karena ini adalah tugas polri”, katanya Jendral Pol. Listyo Prabowo

Menurut Jendral Pol. Listyo Prabowo, Aksi dua pedagang di Pasar Bogor bernama Rahman (20) dan kakak perempuannya, Kurniali (23) yang mengadu dengan histeris secara langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai sorotan.

“Bagaimana tidak, kedua pedagang itu mengadu ke orang nomor satu di Indonesia terkait nasib paman mereka, Ujang Sarjana, yang disebut keduanya ditangkap polisi karena melawan pungutan liar (pungli) di Pasar Bogor.” katanya

Tindakan keduanya direkam para warga di lokasi. Video keduanya yang mengadu secara histeris itu lalu viral di media sosial.

“Bapak, di sini banyak pungli, Pak. Tolong, Bapak. Om kami menolak pungli, ditangkap polisi,” ujar Rahman, ditimpali Kurniali, kepada Jokowi di Pasar Bogor, Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/4/).

Polresta Bogor lalu buka suara terkait pernyataan kedua pedagang itu kepada Jokowi. Polisi membenarkan telah menangkap Ujang Sarjana.

Polisi menyebut Ujang Sarjana dan enam kawannya diduga melakukan pengeroyokan terhadap sesama pedagang bernama Andriansyah dan Ade. dikutip detik.com

“Tentunya ini menjadi perhatian kita semua, sehingga kami melaksanakan penyidikan berdasarkan fakta dan laporan, tidak ada kriminalisasi, karena ada korbannya,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro saat memberikan keterangan pers, Jumat (22/4).

Pihaknya Polres Bogor menyisir di sekitar pasar bogor, karena perintah kapolri. Yang sudah di tangkap itu di jadikan barang bukti paling setidaknya, cari bukti kercis, dan saksi mata.

“Tinggal mencari saksi-saksi untuk di tangkap dan secepatnya kasus di limpahkan ke pengadilan negeri”, katanya Kombes Susatyo Purnomo Condro

henry/postb

Berita Terkait

Top
.