IFRAME SYNC

Pasokan minyak goreng di dalam negeri masih berkurang, jika produksen minyak goreng masih dikurim aparat berindak tegas


Jakarta, postbanten.net

Untuk minyak Goreng yang produksi dalam negeri jangan si exsfor, karena kebutuhan dalam negeri masih berkurang,Pasokan minyak goreng di dalam negeri masih berkurang, jika produksen minyak goreng masih dikurim aparat berindak tegas. salasa, (26/04)

Pasokan minyak goreng dalam negeri masih berkurang, kini di haeapkan puhak pemerintah agar mencegah untuk exsfor minyak goreng.

“Harga masih mahal, harga het 1 liter masih 24,500 dan untuk minyak 2 liter masih berkisar 52,000/liter, ini harga belum turun, karena kenaikan minyak goreng dalam negeri belum berkurang”, katanya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Ia berharap pemerintah dan produksen minyak goreng di tunda pengiriman keluar negeri, karena harga minyak belum normal.dikutip antara.com

Airlangga Hartanto menyampaikan pemerintah akan mulai melarang ekspor bahan baku minyak goreng pada Kamis, 28 April pukul 00.00 WIB.

“Telah diputuskan melakukan pelarangan ekspor Refind, Bleached, Deodorized plam olein atau yang dikenal dengan nama RBD palm olein,” kata Menko Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara daring, Selasa.

Pelarangan RBD palm olein yang merupakan bahan baku minyak goreng tersebut akan berlaku hingga harga minyak goreng curah kembali menjadi Rp14.000 per liter di pasar tradisional.

Larangan produk RBB palm olein berlaku pada tiga jenis HS code yakni 1511.9036, 1511.9037 dan 1511.9039. Menko Airlangga mengimbau agar para pengusaha tetap membeli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari petani dengan harga yang wajar.

“Pelarangan ekspor RBD Palm Olein ini berlaku untuk seluruh produsen yang menghasilkan produk RBD Palm Olein,” ujarnya.

henry/postb

Berita Terkait

Top
.