IFRAME SYNC

Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I) meminta pada KPK tangkap yang terlibat dana Rp 349 Triliun di Menkeu.


Jakarta, postbanten.net

Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I) mengimbau seluruh pengasuh pondok pesantren dan majelis taklim di Indonesia, doakan Mahfud MD

Semoga Kasus yang Rp. 349 trilun itu terungkap dan pafa yang sengaja bermain agar di tangkap semua.

Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I) meminta pada KPK tangkap yang terlibat dana Rp 349 Triliun di Menkeu.

“Kok dana sebesar itu membiyai gaji dan tunjangan ASN 1 tahun sudah cukup”, katanya Ust. Muhamad Idris, SH, MH.

Menurut Ust. Muhamd Idris, kami mendukung sepenuhnya langkah-langka KPK untuk tangkap oknum Anggota DPR-RI yang terlibat.

Maka kami setujuh, untuk menggelar istigasah mendoakan Menko Polhukam Mahfud MD.

Imbauan itu disampaikan guna mendoakan Mahfud agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan usai mengungkap dugaan transaksi janggal Rp349 triliun di Kementerian Keuangan.

“Mengimbau kepada seluruh pengasuh pondok pesantren dan pimpinan majelis taklim untuk menyelenggarakan istigasah guna memohon pertolongan agar Allah SWT.

Ia berharap, memberikan kesehatan, kekuatan, dan pertolongan kepada Prof. Mahfud MD, Menko Polhukam,” bunyi isi surat tersebut.

Surat imbauan ini ditanda tangani oleh Ketum MP3I Zaim Ahmad Ma’shoem, Sekjen MP3I Shofiyullah Muzammil serta Ketua Majelis Pembina MP3I Habib Umar Muthohar dan Sekretaris Majelis Pembina MP3I Ahmad Badawi.

Pihaknya mendorong KPK, MP3I berharap Mahfud dan pemimpin bangsa lainnya yang sedang memperjuangkan keadilan dan kejujuran tetap diberikan kesehatan dan pertongan oleh Allah SWT.

“Demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” bunyi surat tersebut. dikutip CNN Indonesia

Ketum MP3I Zaim Ahmad Ma’shoem sudah membenarkan surat imbauan tersebut dikeluarkan oleh MP3I.

“Semua yang didugaan terlibat dalam mengabang dana Rp 349 Triliun itu harus di proses dan Betul kami setujuh,” kata Zaim di jakarta.

henri / postban

Berita Terkait

Top
.