IFRAME SYNC

KPK D akan terancam di pecat sesuai kode Etik KPK, masalah berzinah dengan Dokter


Jakarta, postbanten.net

Apa tidak malu ya, seorang Anggota KPK di tangkap dan di sidang tentang penzinahan, malu benar peraksaan, sehingga tidak tahu diri, rabu (06/04).

Orang yang di sidangkan korupsi dan pembunuhan ini di sidang tentang penzinahan, ini sudah kebayakan penginahannya, akhir kebongkar juga.

“Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK Albertina Ho dilaporkan ke Dewas KPK terkait dugaan pelanggaran kode etik karena komplain ke pegawai RS hingga mendapatkan fasilitas khusus”, katanya Nuryadi (45).

Menurut Syamsuddin Haris, Ternyata laporan itu dilayangkan oleh jaksa D, yang baru saja dikenai sanksi kode etik karena terlibat perselingkuhan, dengan terduga dengan Dokter Rumah Sakit. dikutip detik.com

“Bu AH dilaporkan oleh DWLS, seorang jaksa KPK yang sudah diberi sanksi dalam sidang etik Dewas karena terbukti melakukan perbuatan asusila atau perselingkuhan dengan pegawai KPK lainnya,” kata anggota Dewas Syamsuddin Haris saat dimintai konfirmasi, Rabu (6/4/2022).

Syamsuddin mengatakan jaksa D kini masih dalam proses pengembalian ke instansi awalnya, yakni Kejaksaan Agung (Kejagung).

Jaksa D diketahui melakukan selingkuh dengan salah satu admin yang kini tak bertugas lagi di KPK. “Jaksa tersebut saat ini sedang dalam proses penarikan oleh instansi asalnya, Kejaksaan Agung,” katanya

Putusan Dewas ke Jaksa D Diketahui, perselingkuhan keduanya diawali dari laporan suami S. Dalam duduk perkara disebutkan D dan S diadukan melakukan perbuatan pelanggaran perselingkuhan atau perzinaan yang dapat dikualifikasi

“Juga Bisa di berhentikan tidak dengan hormat, sebagai perbuatan yang tidak mengindahkan kewajiban nilai dasar integritas yang diatur dalam Pasal 4 ayat (1) huruf n Peraturan Dewan Pengawas (Perdewas) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK”, ujarnya Syamsudin.

Menurut ia, Total ada delapan orang yang dimintai keterangan sebagai saksi dalam persidangan etik tersebut dan 3 orang saksi meringankan.

netty/henry/postb

Berita Terkait

Top
.