mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f IFRAME SYNC

Ir.Nuroji Apresiasikan Workshop Dan Sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan Kota Depok 2022


Posbanten.net

Depok – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Depok adakan Workshop dan Sosialisasi Tahun 2022, Dengan Tema “menjalin Silaturahim, Mempererat Persatuan dan Kesatuan Merajut Persaudaraan dalam Kebhinnekaan yang Berdaulat Menuju Masyarakat yang Beradab dalam Bingkai Negara kesatuan Republik Indonesia” acara diadakan di Kampung 99 Kelurahan Meruyung Kecamatan Limo .Rabu 27 Juli 2022.

Turut hadir dalam acara Ir. Nurodji Dari DPR-RI Komisi X.
ketua FPK Jawa Barat Ceu Popong
Kaban Kesbangpol Kota Depok Drs Abdurrahman, Camat Limo ,Lurah Meruyung, Babinsa,Babin Kamtibmas dan pengurus anggota FPK Kota Depok serta Artis Betawi Ma IIN dan Udin Nganga.

Dalam kata sambutan nya ketua umum FPK E.Manisah Boy yang akrab di sapa Baba Boy menyampaikan materi FPK tentang Poksi FPK kalo bahasa Depok nya paham ya,
sebagai penggiat Budaya kota Depok di FPK pokok pokok pikiran kebudayaan daerah berlaku tentang “pemikiran tentang kebudayaan daerah dan kearifan lokal,” cetus
Baba boy.

Dalam apresiasinya terhadap giat FPK ,Ir.H.Nur rojie sebagai Anggota DPR-RI Komisi X yang turut hadir dalam undangan mengatakan,” sangat bangga terhadap kreatifitasnya, yang tumbuh dari lapisan paling bawah, namun ada intervensinya terhadap kehadiran kalangan artis dan kalangan atas, sehingga kehilangan momentum terhadap anak-anak yang awalnya merintis ,apalagi penguasaan hakkinya,jadi terkesan Bisnis ,bukan lagi mendorong kreatifitas seorang anak yang terpinggirkan ,” ungkap Nurrojie.

Saat awak media menanyakan bagaimana agar regenerasi Depok tidak ikut-ikutan dalam berkreatifitas ,hal ini di tanggapi oleh Nur rojie yaitu, ” klau kreatifitas jangan ikut-ikutan,harus punya inisiatif dari diri sendiri,itu namanya kreatifitas,seperti contoh mungkin buat kreasi model lain seperti bidang Lukis, dan seni lainnya yang dapat di Budi dayakan budaya-budaya di Kota Depok ,tidak hanya fashion week namun kesenian lain yang bisa di cari ,karna seni itu luas. namun tidak mengganggu ketertiban umum, ,” Seru Nur rojie.

Harapan kedepannya buat para Generasi muda, Nur rojie mengatakan,” jangan padamkan Kreatifitas,artinya apa yang di pikirkan dia harus lakukan,tentunya pemikiran yang positif , klau hanya menunggu, kreatifitas tak akan berjalan.seperti contoh anak Citayam,yang tadinya hanya melamun di tongkrongan ,namun mereka langsung cepat eksent ,buat kreatifitas konten.makanya kreatifitas harus timbul juga dari alam pikiran ,” imbuhnya.

Saat mengemukakan terkait organisasi mandatori, Nur rojie mengatakan bahwa,” Sesuai dengan dasar hukum tertinggi yaitu Tap MPR no 5 tahun 2000,yang berisi bahwa Mandatori artinya penugasan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Kota yang di amanatkan sesuai dengan undang-undang serta sesuai dengan surat edaran Mendagri bahwa kota-kota juga harus membentuk organisasi, makanya disebut Mandatori ” tutupnya.

Tuti/Posbanten

Berita Terkait

Top
.