mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f IFRAME SYNC

Hasil otopsi dengan keterangan hasil berbeda, di tembak badan lari Kejari tangan.


Jakarta, postbanten.net

Antara keterangan pihak polisi dan hasil otopsi berbeda ada apa ya?

Dan pihak di tanya wartwan, agak berbeda jawabnya.

Kalau di tembak, tidak mungkin kena jari tangan, jika di tembak biasanya kepala dan badan.

Kok bisa, di tembak badan jatuh Kejari tangan, di sini ada pembelokan informasi.

Menurut Polres Metro Jakarta Selatan memberikan penjelasan terkait luka sayatan dan dua jari putus Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan bahwa luka dibagian jari Brigadir Yosua karena tembakan yang dilayangkan oleh Bharada RE.

Saat itu, Brigadir Yosua tengah memegang senjata api (senpi) dengan kedua tangannya.

Lalu, peluru dari tembakan Bharada E menembus bagian jari Brigadir Yosua.

“Tadi sudah saya jelaskan bahwa saat Brigadir J [Yosua] melakukan penembakan terhadap Bharada RE dia memegang senjatanya dengan menggunakan 2 tangan,” kata Budhi

“Dan disampaikan pula tadi ada peluru yang kena ke jari Brigadir J itu sendiri yang kemudian tembus dan mengenai bagian tubuh yang lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, Budhi menegaskan luka sayatan tersebut bukan hasil dari senjata tajam.

Hal itu berdasarkan dengan hasil autopsi yang dilakukan kepolisian. Dikutip kumparannews

Jadi, bukan karena ada potongan atau yang lain.

Tapi, saya tegaskan semua luka yang ada pada tubuh Brigadir J berdasarkan hasil autopsi sementara berasal dari luka tembak,” tegasnya.

Heny/Jajang/Deny/postb

Berita Terkait

Top
.