IFRAME SYNC

Diduga ada pengurangan Beton Di Desa Laksana Pakuhaji.


Ft. tersebut dari LSM FBR, Wakil Sekjen

Tangerang Kab, postbanten.net

Pelaksanaan pengerjaan betonisasi di Kp Rawa Badak Rt 02/006 Desa laksana Kecamatan Pakuhaji kabupaten Tangerang-banten di duga ada pengurangan beton, saat di cek di lokasi antara 2 samap 5 cm.

Pasalnya di saat pekerjaan betonisasi terdapat banyak sekali kejanggalan-kejanggalan yang di temui di lokasi, diantaranya, tidak menggunakan plastik, ketinggian/ketebalan coran ada yang 5 cm, kekurangannya.

Bahkan tidak sesuai hasil ukur temen-temen di lapangan, bahwa dari bigisting 15 cm ternyata terdapat 10 CM dan diduga tidak sesuai Rancana Anggaran Belanja (RAB).

“Bigisting yang tidak sempurna terbuat dari papan kayu kapuk yang mudah hancur, di samping itu pula tidak adanya pelaksana dan pengawas di lapangan. Sehingga itu di indikasikan ada pembiaran dan ada upaya untuk korupsi, “ujar armando,

Lanjutnya Armando, Hal-hal seperti ini jangan di biarkan, harus di laporkan? Karena sudah merugikan masyarakat. jangan karena pengecorannya di pelosok, pemborong semaunya ngecor tidak sesuai RAB.

Di tempat terpisah kami tim media www.postbanten.net minta stetmen dari wasekjen frb, prihal semakin maraknya upaya-upaya pengurangan kwantity di setiap pengerjaan Betonisasi.

Bang rumah mengatakan ada upaya-upaya tertentu dalam melakukan pengurangan-kuantiti volume coran, itu di indikasikan dasyat nya korupsi di lapangan, sehingga upaya-upaya seperti itu selalu ada disetiap, pengerjaan betonisasi

“Kita sebagai masyarakat yang perduli akan hal itu, tidak boleh membiarkan Hal-hal seperti itu bisa di lakukan, harus di kontrol, dan di laporkan kepada pemerintah dalam hal ini Inspektorat dan kejaksaan,”ujar Bang rum

Ia mengatakan, Saya sebagai wasekjen akan mendorong ketua untuk melakukan pembuatan laporan kepada Inspektorat dan kejaksaan kab Tangerang, prihal pengerjaan betonisasi di kp rawa badak rt02/006 Desa laksana kec paku haji kab Tangerang tersebut, karena di duga sarat dengan korupsi. (seniman tato./PN)

Berita Terkait

Top
.