IFRAME SYNC

Christina Aryani Anggota Komisi I DPR, mengingatkan pada badan Statistik untuk mengamankan data pribadi


Jakarta, postbanten

Christina Aryani Anggota Komisi I DPR, mengingatkan pada badan Statistik untuk mengamankan data pribadi seseorang dalam pengumpulan data. Bahkan sekarang zaman internet, ini akan bocor data orang indonesia.

Chistina menyatakan, pihaknya akan ada data Orang Indonesia memerlukan Badan Otoritas Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang independen untuk mendukung masa kepresidenan Indonesia di G20.

Kata Chistina pihaknya selalu mengupayakan menyelamatkan data Orang Indonesia. Karena sekarang zamannya sudah ruang maya dan Internet, sudah bisa menyebar ke dunia.

“Ketika tidak ada kesamaan perlakuan, akan timbul keraguan (negara lain) pada kemampuan Indonesia,” kata dia, dalam siaran langsung Instagram bertajuk RUU Tentang Perlindungan Data Pribadi, Rabu, di Jakarta.

Ia juga menekankan isu perlindungan data pribadi akan menjadi topik bahasan dalam G20.Adapun perbedaan perlakuan yang dia maksud adalah perbedaan status berdirinya badan otoritas perlindungan data pribadi. Negara-negara lain, selain Singapura, memiliki badan otoritas yang bersifat independen untuk menjamin perlindungan data pribadi masyarakatnya.

“Itu pun karena peraturan di Singapura hanya bertujuan untuk mengawasi sektor swasta,” katanya.

RUU Perlindungan Data Pribadi di Indonesia, hingga saat ini, bertujuan mengatur pengumpulan dan pengendalian data pribadi masyarakat, baik di sektor publik maupun sektor swasta. Oleh karena itu, dia merasa bahwa lebih sesuai apabila badan otoritas perlindungan data berdiri secara independen. (henry/postb/ant)

Berita Terkait

Top
.